PWI Bekasi Raya Soroti Ketidaksesuaian Tanggal Proyek Jembatan Tarumajaya: Dorong Transparansi dan Evaluasi Dini

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusakabari.com —- KABUPATEN BEKASI — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Raya menyoroti tajam proyek pembangunan jembatan di Kampung Pulo Kendal, Kelurahan Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, yang terindikasi mengalami keterlambatan pekerjaan berdasarkan temuan ketidaksesuaian tanggal antara pelaksanaan di lapangan dan papan informasi proyek.

Dalam papan proyek yang terpasang, disebutkan bahwa pembangunan jembatan Jalan Utama Suaip dimulai sejak 20 Februari 2025 dan akan berakhir pada 19 Juni 2025. Namun berdasarkan penelusuran di lapangan, aktivitas pekerjaan baru terlihat mulai berlangsung pada awal Juni 2025.

“Jika benar pengerjaan baru dimulai pada 1 Juni, maka praktis hanya tersisa kurang dari tiga pekan untuk menyelesaikan proyek yang bernilai hampir Rp1,5 miliar. Ini mengundang kekhawatiran soal kualitas dan efektivitas pemanfaatan anggaran publik,” ujar Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, Minggu (8/6/2025).

Baca Juga :  Tingkatkan Sinergitas, Ketua PWI Bekasi Raya Kunjungi Wakapolres Metro Bekasi Kota

Proyek ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2025 dan dikerjakan oleh rekanan pelaksana CV Aliza Sejahtera Semesta, di bawah koordinasi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK).

PWI Bekasi Raya menilai bahwa ketidaksesuaian informasi publik seperti ini adalah bentuk ketidakpatuhan terhadap prinsip transparansi. Jika dibiarkan, hal ini dapat menjadi preseden buruk dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur lainnya.

“Papan proyek bukan sekadar formalitas. Ia adalah instrumen akuntabilitas publik. Ketika informasi di papan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, maka potensi pelanggaran administratif hingga indikasi pelanggaran hukum harus ditelusuri,” tegas Ade Muksin.

Baca Juga :  Reses H. Suryo Harjo Serap Aspirasi Warga Bekasi Utara-Medan Satria, Penanganan Banjir hingga TPS Jadi Prioritas

PWI Bekasi Raya mendorong dinas terkait untuk segera memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat dan memastikan tidak ada upaya pengaburan informasi publik. Selain itu, pengawasan internal dan evaluasi terhadap pelaksana proyek perlu dilakukan secara ketat agar mutu dan waktu pelaksanaan tetap terjaga sesuai kontrak.

“PWI sebagai bagian dari pilar demokrasi akan terus memantau proyek-proyek publik demi memastikan asas keterbukaan informasi dan efisiensi anggaran daerah,” pungkas Ade.

Sumber Berita : PWI Bekasi Raya

Berita Terkait

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan
H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi
PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi
Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru
Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat
Saat Deteksi Dini Menjadi Barometer Kesehatan Warga Bekasi
Akta Cerai Tak Tercatat di Pengadilan Agama, Data Keluarga HO Terlanjur Terpecah
Daya Beli Dijaga, UMKM Digerakkan, Warga Disatukan di Bekasi Selatan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:17 WIB

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi

Senin, 27 Juli 2026 - 06:51 WIB

PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:07 WIB

Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:19 WIB

Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat

Berita Terbaru