Nusakabari.com — KOTA BEKASI — Pemerintah Kecamatan Bekasi Selatan memadukan sejumlah agenda pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya memperkuat ketahanan sosial, menjaga daya beli, serta meningkatkan partisipasi warga.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup Pasar Murah Mandiri, sosialisasi deteksi dini faktor risiko kesehatan, Bazaar UMKM, hingga persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya, S.AP., M.Si., mengatakan berbagai kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
“Kami ingin setiap kegiatan yang dilaksanakan di Kecamatan Bekasi Selatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Mulai dari kebutuhan pokok, kesehatan, pemberdayaan UMKM, kebersihan lingkungan, hingga pembinaan generasi muda,” ujar Karya.
Pasar Murah Mandiri yang digelar pada Selasa (21/7/2026) menjadi salah satu upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Beras, minyak goreng, dan gula disediakan sebagai bagian dari langkah menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Menurut Karya, pelaksanaan pasar murah perlu disertai dengan pengelolaan yang tertib agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Yang penting adalah bagaimana program ini tepat sasaran, harga benar-benar terjangkau, dan masyarakat memperoleh manfaat secara adil. Karena itu, mekanisme pelaksanaan, ketersediaan stok, serta pengaturan di lapangan harus menjadi perhatian,” katanya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Bazaar UMKM yang memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk sekaligus memperluas akses pasar. Pemerintah kecamatan mendorong agar kegiatan semacam itu dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
“UMKM harus terus diberi ruang. Bazar bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga menjadi sarana promosi dan mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat sebagai konsumen,” ujar Karya.
Di bidang kesehatan, Kecamatan Bekasi Selatan menjadi lokasi sosialisasi deteksi dini dan faktor risiko kesehatan yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) atau wabah.
Kegiatan yang mengusung semangat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) itu diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI bekerja sama dengan DPR RI melalui anggota Komisi IX, Ranny Fahd Arafiq.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, serta Camat Bekasi Selatan Karya Sukmajaya.
Sosialisasi diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai faktor risiko kesehatan.
“Kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat penting, terutama dalam mengenali faktor risiko serta melakukan pencegahan sejak dini,” kata Karya.
Sementara itu, Kecamatan Bekasi Selatan mulai menyiapkan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Agenda tersebut dirancang dengan mengacu pada program tingkat Kota Bekasi dan melibatkan struktur masyarakat hingga tingkat rukun tetangga.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah pelaksanaan kebersihan, keindahan, dan ketertiban (K3) secara serempak pada awal Agustus. Kegiatan itu ditargetkan melibatkan 94 RW dan 825 RT.
Selain itu, 95 bank sampah yang tercatat di wilayah Bekasi Selatan akan didorong untuk berpartisipasi dalam lomba sekaligus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Kalau kebersihan hanya mengandalkan pemerintah, tentu tidak akan cukup.
Karena itu, kami ingin seluruh unsur masyarakat terlibat. RT, RW, bank sampah, dan seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan,” ujar Karya.
Pembinaan generasi muda juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Turnamen sepak bola bertajuk Camat Cup direncanakan berlangsung pada 2 Agustus 2026 dengan melibatkan sekolah sepak bola (SSB) untuk kelompok usia 10 dan 12 tahun.
Menurut Karya, turnamen tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar kemenangan.
“Kami ingin memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkompetisi sekaligus mengembangkan bakat. Yang paling penting adalah pembinaan, sportivitas, dan bagaimana talenta muda di Bekasi Selatan mendapatkan kesempatan untuk berkembang,” katanya.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus. Sejumlah agenda akan dipadukan dalam satu rangkaian, mulai dari senam bersama, bazar UMKM, pelayanan publik, hingga Festival Talenta Ketua RW yang memberikan ruang bagi para ketua RW untuk menampilkan potensi dan kreativitas mereka.
Pelayanan publik juga direncanakan hadir dalam agenda tersebut sehingga masyarakat dapat mengakses sejumlah layanan administrasi ketika mengikuti kegiatan.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Warga bisa berolahraga, berbelanja produk UMKM, menikmati hiburan, sekaligus mendapatkan pelayanan publik,” tutur Karya.
Adapun kegiatan panjat pinang tidak dimasukkan dalam rangkaian acara. Pertimbangan keselamatan menjadi alasan utama karena kegiatan tersebut memiliki risiko jatuh dan cedera. Sebagai gantinya, pemerintah kecamatan menyiapkan bentuk hiburan dan kegiatan lain yang dinilai lebih aman bagi masyarakat.
Rangkaian agenda tersebut menunjukkan upaya Kecamatan Bekasi Selatan mengintegrasikan berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, kebersihan lingkungan, pembinaan olahraga, hingga pelayanan publik.
Karya menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi warga dalam pembangunan.
“Semangatnya adalah kebersamaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, RT, RW, dan seluruh elemen yang ada, kami berharap Bekasi Selatan semakin kompak, sehat, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.








