Nusakabari.com — Jakarta — PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) bertekad mewujudkan pelayanan terbaik di semua ekosistim aviasi dan kepariwisataan dengan mengawal transformasi budaya services secara terukur dan tertata baik.
Bersama dengan PT Danantara Asset Manajemen (DAM), IAS menggelar Townhall Meeting dengan mengusung tagline “Melayani Sepenuh Hati” dan “Memberi Layanan Pasti” yang dilaksanakan di Graha Angkasa Pura Indonesia, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Townhall Meeting yang menghadirkan Senior Director/Chief of Marketing Danantara Asset Management, Dendy Tegar Danianto, Direktur Human Capital dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) selaku holding PT IAS, Herdy Harman serta Direktur Utama IAS Budi Setyawan Wijaya, ini juga sekaligus dilaksanakan peluncuran CXPlaybook IAS dan Peresmian operasional Prayana Lounge di beberapa bandara yang dikelola oleh IAS Hospitality.
Peluncuran Playbook CX sendiri merupakan implementasi dari rencana kerja Danantara Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas layanan publik pada BUMN.
Sebagai BUMN yang menyediakan layanan publik, IAS berkomitmen penuh untuk menjadi BUMN yang unggul secara operasional, humanis, serta reponsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Direktur Human Capital dan Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia/InJourney, Herdy Herman, turut menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa budaya pelayanan merupakan fondasi utama dalam setiap proses transformasi perusahaan.
“Pentingnya budaya pelayanan sebagai fondasi utama dalam transformasi perusahaan,” tegas Herdy.
Sementara itu, Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS), Budi Setyawan Wijaya menegaskan pentingnya konsistensi layanan. Menurutnya, setiap titik interaksi dengan pelanggan harus menjadi momen untuk memberikan nilai tambah.
“transformasi bisnis yang tengah dijalani oleh IAS merupakan bukti komitmen dan langkah konkret perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang signifikan di setiap titik interaksi pelanggan”. tegas Budi
Selain itu Budi Setyawan menyampaikan, di tengah proses merger dan transformasi yang tengah dijalani sebagaimana digariskan oleh BPI Danantara, IAS bertekad memberikan dampak signifikan.
Menurut Budi,” transformasi bisnis yang tengah dijalankan perusahaan merupakan langkah nyata. Langkah ini bertujuan menghadirkan nilai tambah yang terasa langsung oleh pelanggan pada setiap titik interaksi, mulai dari layanan di lounge hingga ekosistem aviasi dan pariwisata secara keseluruhan”. Ujarnya
Pada kesempatan itu juga dijelaskan peluncuran Townhall dan peluncuran CX Playbook IAS. Menurut Budi Setyawan, kehadiran CX Playbook InJourney Aviation Services diharapkan akan menjadi standarisasi serta acuan utama bagi seluruh insan IAS dalam mengeksekusi strategi Customer Experience (CX) yang konsisten, responsif, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan tertinggi.
IAS sendiri telah menetapkan beberapa pilar transformasi utama yang merupakan wujud komitmen korporasi untuk terus melakukan inovasi tanpa henti dari IAS dalam menghadirkan service excellence melalui empat kompetensi antara lain, Efisiensi Layanan Bagasi (Fibag Labag).
Melalui efisiensi ini, IAS menunjukkan komparasi nyata peningkatan standar waktu tunggu bagasi yang kini jauh lebih cepat. Standar First Bag berhasil dipangkas menjadi 15 menit dan Last Bag menjadi 30 menit, dengan tingkat ketercapaian Baggage Delivery Time mencapai 97,73% di seluruh bandara untuk menjamin kenyamanan dan ketenangan pikiran penumpang. Kompetensi kedua yang ditetapkan adalah Toilet BERKELAS.
Sementara itu komitmen ketulusan layanan ini juga meliputi standardisasi toilet yang Berkelas (Bersih, Kering, Lengkap, Harum, dan Higienis), yang kini diperluas ke berbagai mitra strategis IAS Grup.
Sejalan dengan Line of Bussines IAS yaitu pelayanan cargo, IAS juga menekankan pentingnya Digitalisasi Terminal Kargo. Dijelaskan juga, optimalisasi alur operasional kargo melalui implementasi sistem CALIS dan real-time monitoring guna menghadirkan kepastian layanan serta solusi personal bagi mitra Kerjasama IAS Grup.
Pilar kompetensi ke empat yang ingin diwujudkan adalah Pusat Kendali Command, Contact & CCTV Center (C4). Sebagai wujud improvement berkelanjutan, video tersebut juga menampilkan kesiapan fasilitas C4 yang ditargetkan beroperasi pada September 2026.
Pusat kendali ini mengintegrasikan pemantauan digital, pusat kontak (contact center), serta penanganan keluhan pelanggan (complaint handling) demi akses informasi yang cepat dan responsif.
Sejalan dengan empat pilar tersebut, IAS juga sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dengan meluncurkan beroperasinya Lounge Prayana sebagai salah transformasi bisnis yang dilakukan IAS.
Hal ini dilakukan untuk memberikan defenisi tegas yang akan memberikan pengalaman kepada pelanggan melalui sebuah inovasi fasilitas ruang tunggu eksekutif yang dirancang untuk menghadirkan kenyamanan, kemewahan, dan pelayanan prima bagi para pengguna jasa bandara.
Saat ini, Prayana Lounge telah hadir dan beroperasi di empat bandara utama Indonesia. Kehadirannya tersebar di Surabaya, Bali, Makassar, dan Balikpapan. Ekspansi ke empat kota besar ini menjadi langkah PT IAS untuk memperluas jangkauan layanan serta menghadirkan kenyamanan bagi lebih banyak pengguna jasa penerbangan di seluruh wilayah Nusantara.
Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi, Budi Setyawan Wijaya, menegaskan bahwa transformasi budaya services ini adalah langkah nyata perusahaan. Menurutnya, perubahan tersebut bertujuan memberikan nilai tambah yang signifikan pada setiap titik interaksi dengan pelanggan.
“Transformasi ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memberikan nilai tambah yang signifikan di setiap titik interaksi pelanggan,” ujar Budi.
Rangkaian acara Townhall IAS CX100 bersama Senior Director/Chief of Marketing Officer Danantara ditutup dengan sesi foto bersama jajaran Media, memberikan kesempatan bagi rekan-rekan jurnalis untuk mendalami lebih lanjut mengenai CX100 Danantara, Transformasi Layanan IAS, Lounge Prayana, IAS CX Playbook serta target strategis peningkatan layanan ke depan.**
Irfan






