HPN 2025 RIAU Hari Ke-Tiga “Sarasehan Nasional Media Massa: Reservasi Jurnalisme sebagai Pilar Demokrasi Digital”

- Jurnalis

Minggu, 9 Februari 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agus Sudibyo, Nurjaman Muchtar, Hilman Hidayat dan DR. Dhimam Abror Djuraid,

Agus Sudibyo, Nurjaman Muchtar, Hilman Hidayat dan DR. Dhimam Abror Djuraid,

Nusakabari.com – (RIAU) Dalam upaya memperkuat peran jurnalisme sebagai pilar demokrasi, sejumlah tokoh pers, akademisi, dan pemangku kebijakan berkumpul dalam Sarasehan Nasional Media Massa yang bertajuk “Reservasi Jurnalisme sebagai Pilar Demokrasi Digital”.

Rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Riau, di Grand Ballroom, Mutiara Merdeka Kota Pekanbaru, memasuki hari ketiga pada Sabtu (8/2/2025) dan menjadi wadah diskusi terkait tantangan serta strategi menjaga independensi dan kualitas pers di tengah arus digitalisasi dan tekanan ekonomi media.

Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang dalam sambutannya menekankan bahwa pers memiliki peran vital dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas di era keterbukaan informasi.

Baca Juga :  Pengurus dan Anggota PWI Bekasi Raya Bertolak ke Riau Pekan Baru Hadiri HPN 2025

“Jurnalisme yang sehat adalah fondasi demokrasi yang kuat. Namun, saat ini kita menghadapi berbagai tantangan, termasuk disinformasi, tekanan politik, serta model bisnis media yang terus berubah,” kata Zulmansyah.

Diskusi panel menghadirkan beberapa narasumber terkemuka, seperti DR. Dhimam Abror Djuraid, Agus Sudibyo, Hilman Hidayat dan Nurjaman Muchtar, yang membahas bagaimana media massa dapat tetap bertahan sebagai kekuatan keempat dalam demokrasi.

“Salah satu isu utama yang dibahas adalah keberlanjutan media di tengah gempuran platform digital dan algoritma yang lebih mengutamakan popularitas dibanding kualitas informasi,” ujar Dhimam Abror.

Selain itu, Dhimam menambahkan, muncul gagasan mengenai pentingnya kolaborasi antara media, regulator, dan masyarakat sipil untuk menciptakan ekosistem pers yang sehat.

Baca Juga :  Reses di Jaticempaka, Ahmad Murodi Kawal Jalan Lingkungan, BPJS, dan Kesetaraan Madrasah

“Kita perlu memastikan jurnalisme tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang dengan kualitas tinggi. Salah satu caranya adalah dengan memperkuat literasi media di masyarakat agar publik lebih kritis dalam mengonsumsi informasi,” paparnya.

Acara ini diakhiri dengan deklarasi bersama untuk memperkuat komitmen terhadap kebebasan pers dan etika jurnalistik yang menjadi fondasi demokrasi di Indonesia.

Para peserta berharap sarasehan ini dapat menjadi momentum bagi media massa untuk terus beradaptasi dan tetap menjadi sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat.

Berita Terkait

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan
H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi
PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi
Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru
Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat
Saat Deteksi Dini Menjadi Barometer Kesehatan Warga Bekasi
Akta Cerai Tak Tercatat di Pengadilan Agama, Data Keluarga HO Terlanjur Terpecah
Daya Beli Dijaga, UMKM Digerakkan, Warga Disatukan di Bekasi Selatan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:17 WIB

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi

Senin, 27 Juli 2026 - 06:51 WIB

PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:07 WIB

Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:19 WIB

Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat

Berita Terbaru