Nusakabari.com — KOTA BEKASI — Kegiatan Mancing Bareng (Mabar) di Danau Villa Indah Permai yang digelar Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Bekasi Utara, berlangsung dalam suasana akrab dengan melibatkan kader, pengurus, simpatisan, dan masyarakat. juga menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut untuk memperkuat komunikasi politik sekaligus membahas sejumlah isu yang menjadi perhatian publik di Kota Bekasi. Minggu, 28/6/2026
Di sela kegiatan, Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, H. Arif Rahman Hakim, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya menjaga soliditas internal partai, sekaligus menanggapi proses pemilihan Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Tirta Patriot yang saat ini menjadi sorotan masyarakat.
Menurut Arif, kegiatan Mancing Bareng bukan semata-mata forum konsolidasi politik karena agenda penguatan organisasi telah rutin dilakukan dalam berbagai kesempatan.
Ia menilai kegiatan tersebut lebih diarahkan sebagai ruang kebersamaan untuk mempererat hubungan antarkader, pengurus, dan masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu partai.
“Momentum seperti ini penting untuk menjaga silaturahmi, membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mengingat nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi pengabdian kami,” ujarnya.
Menanggapi proses pengisian jabatan Dirtek PDAM Tirta Patriot, Arif menegaskan bahwa mekanisme penunjukan sepenuhnya berada dalam kewenangan pihak eksekutif.
Hingga kini, Komisi III DPRD Kota Bekasi mengaku belum menerima informasi resmi mengenai tahapan maupun perkembangan proses seleksi tersebut.
Meski demikian, ia menekankan bahwa DPRD memiliki kepentingan agar pejabat yang nantinya ditunjuk benar-benar mampu meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.
“Proses Dirtek ini memang ranah eksekutif. Kami tidak pernah menerima informasi resmi, tetapi kami berharap siapa pun yang dipilih mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, apalagi saat ini masih ada laporan di sejumlah wilayah Bekasi mengenai distribusi air yang terganggu, kami tidak mempermasalahkan tidak dilibatkan, tetapi kami ingin hasil akhirnya benar-benar yang terbaik bagi masyarakat Kota Bekasi,” kata Arif.
Ia menilai jabatan Direktur Teknik memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan pengelolaan infrastruktur dan distribusi air bersih. Oleh sebab itu, pengisian posisi tersebut harus didasarkan pada kompetensi, pengalaman, integritas, serta kemampuan manajerial yang memadai.
Arif juga mengungkapkan bahwa Komisi III masih kerap menerima berbagai pengaduan masyarakat, khususnya dari wilayah Bekasi Utara, terkait kualitas pelayanan PDAM Tirta Patriot.
Keluhan yang disampaikan warga antara lain menyangkut pasokan air yang kerap terhenti, distribusi yang belum merata, hingga kualitas air yang dinilai belum optimal.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi melalui kepemimpinan yang profesional di tubuh perusahaan daerah tersebut.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Bekasi benar-benar mengedepankan prinsip profesionalisme dalam menentukan Direktur Teknik PDAM Tirta Patriot.
“Yang dibutuhkan adalah orang yang memang memiliki kemampuan dan keahlian di bidangnya, bukan sekadar ditunjuk tanpa kompetensi, rekam jejak, pengalaman, dan kapasitas harus menjadi pertimbangan utama agar pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Bekasi semakin baik,” tegas Arif.








