Nusakabari.com — KOTA BEKASI — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi resmi membuka rangkaian Opening Ceremony dan Studium Generale Pendidikan Kader Ulama (PKU) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Mencetak Kader Ulama yang Kreatif Berdakwah di Tengah Perkembangan Teknologi”.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan MUI dalam menyiapkan generasi ulama yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang moderat dan berkeadaban.
Dalam pemaparannya, Komisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) MUI Kota Bekasi, H. Shohibul Wafa, menegaskan bahwa pendidikan kader ulama merupakan program strategis MUI untuk melahirkan ulama yang memiliki wawasan wasathiyah atau moderasi beragama.
“Menurutnya, tantangan dakwah saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu agama, tetapi juga kemampuan memahami dinamika sosial, budaya, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat”. ucap H. Shohibul Wafa
Sementara itu Shohibul Wafa menjelaskan bahwa proses kaderisasi ulama harus dibangun melalui tiga karakter utama.
“Pertama, menjadi Muslim yang moderat, mampu menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dan menjauhi sikap ekstrem, kedua, menjadi Mukmin yang demokrat, yakni mampu menghargai perbedaan pandangan serta mengedepankan musyawarah dalam kehidupan bermasyarakat, ketiga, menjadi Muhsin yang diplomat, yaitu sosok yang mampu menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kalangan demi kemaslahatan umat”. Harap Shohibul Wafa
Selain itu menurut Shohibul Wafa, peran ulama pada masa kini tidak lagi terbatas pada aktivitas ceramah di mimbar.
Ulama dituntut mampu hadir di berbagai ruang publik, termasuk ruang digital yang kini menjadi salah satu pusat interaksi masyarakat.
Karena itu, pemanfaatan teknologi informasi, media sosial, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) perlu dipahami dan dimanfaatkan sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah serta pendidikan keagamaan.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi yang lebih luas dalam mendukung proses kaderisasi ulama. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk sektor ekonomi dan jejaring lintas komunitas, dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat keberlanjutan program pendidikan ulama di masa depan.
Tema yang diangkat dalam PKU 2026 mencerminkan kesadaran bahwa perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi, termasuk pengetahuan keagamaan.
Oleh sebab itu, kader ulama dituntut tidak hanya menguasai khazanah keilmuan Islam, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi digital, literasi media, serta kecakapan memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Melalui program ini, MUI Kota Bekasi berharap lahir generasi ulama yang mampu menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, memperkuat persatuan umat, serta menghadirkan dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Di tengah derasnya arus transformasi digital, ulama diharapkan tetap menjadi rujukan moral sekaligus agen perubahan yang mampu menjembatani nilai-nilai agama dengan perkembangan zaman.








