Banjir Rendam Gang Mawar Margahayu, Wali Kota Bekasi Turun Langsung Serap Aspirasi Warga.

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, memakai rompi warna kuning dalam kunjungan ketempat banjir

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, memakai rompi warna kuning dalam kunjungan ketempat banjir

Nusakabari.com — KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/1/2026). Kehadiran orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut untuk memastikan penanganan berjalan optimal sekaligus mendengarkan langsung keluhan warga terdampak.

Dalam keterangannya, Tri menjelaskan banjir dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu, khususnya pertemuan Kali Cileungsi dan Kali Cikeas.

“Kalau ketinggian air di titik pertemuan Kali Cileungsi dan Cikeas atau P2C sudah menyentuh angka 500, itu sudah pasti air akan naik. Bahkan top level yang pernah kita alami bisa mencapai 750 sampai 850,” ujar Tri.

Selain itu Ia menambahkan, pada kondisi ekstrem seperti tahun sebelumnya ketika tinggi muka air mencapai 850, dampak banjir jauh lebih besar dan meluas ke berbagai wilayah permukiman. Saat ini tercatat sekitar 80 rumah warga terdampak, khususnya yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Wali Kota juga menyoroti keberadaan bangunan yang berdiri di sempadan sungai yang turut memperparah risiko banjir. Hal tersebut, menurutnya, telah disepakati bersama warga untuk ditangani secara mandiri.

Baca Juga :  Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan

“Sudah ada kesepakatan dengan Pak RW dan warga bahwa pembongkaran akan dilakukan secara mandiri terlebih dahulu. Karena BBWS baru bisa masuk melakukan pembangunan jika lahan sudah clean and clear,” jelasnya.

Tri memastikan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian PUPR masih mengalokasikan anggaran untuk penanganan Kali Bekasi, termasuk pembangunan pengamanan tebing sungai dengan metode sheet pile.

“Ke depan bentuknya bukan lagi bronjong. Sheet pile ini lebih rapi, lebih kuat, dan mampu menahan air dengan ketinggian yang lebih optimal,” ungkapnya.

Sementara terkait kondisi banjir di Kota Bekasi secara umum, Tri menyebut air mulai berangsur surut seiring berhentinya hujan. Meski demikian, beberapa wilayah di sepanjang DAS seperti Kali Lengkak masih terdapat warga yang mengungsi.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bekasi tetap menyiagakan sekitar 300 unit pompa air. Pompa yang sempat mengalami kerusakan juga telah diperbaiki dan langsung dibackup dengan pompa mobile milik BBWS.

Baca Juga :  Tri Adhianto Instruksikan Dinas LH Segera Angkut Sampah di Titik-Titik Terdampak Banjir

“Saat ini kita operasikan empat unit pompa ditambah satu dari BBWS, dengan total kapasitas mencapai 18.000 meter kubik per detik,” terang Tri.

Selain pompa, Pemkot Bekasi terus mengembangkan inovasi pengendalian banjir melalui pembangunan sumur resapan dalam di wilayah cekungan. Saat ini, sumur telah mencapai kedalaman 40 meter dan akan dikembangkan hingga 60 meter.

“Kita sudah coba di Jatiasih dan Bekasi Jaya dan hasilnya cukup efektif. Ke depan akan kita mulai dari sekolah-sekolah,” katanya.

Tri juga menegaskan keberadaan polder tetap berperan penting dalam mengurangi dampak banjir, meskipun belum sepenuhnya mampu menahan debit air ekstrem.

“Polder itu bukan tidak berpengaruh, tapi sangat mengurangi. Kalau tidak ada polder, airnya akan ke mana-mana. Anomali hujan sembilan jam tanpa henti ini memang luar biasa,” tegasnya.

Terkait pembangunan polder baru, Pemkot Bekasi kini memprioritaskan kawasan Unisma setelah mendapat dukungan dari pihak Muhammadiyah.

“Manfaat polder bukan hanya untuk pengendalian banjir, tapi juga sebagai cadangan air, ruang terbuka hijau, dan sarana rekreasi warga,” pungkas Tri Adhianto.

red

Penulis : (Ndoet)

Editor : red

Sumber Berita : SIARAN PERS PEMERINTAH KOTA BEKASI

Berita Terkait

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan
H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi
PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi
Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru
Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat
Saat Deteksi Dini Menjadi Barometer Kesehatan Warga Bekasi
Akta Cerai Tak Tercatat di Pengadilan Agama, Data Keluarga HO Terlanjur Terpecah
Daya Beli Dijaga, UMKM Digerakkan, Warga Disatukan di Bekasi Selatan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:17 WIB

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi

Senin, 27 Juli 2026 - 06:51 WIB

PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:07 WIB

Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:19 WIB

Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat

Berita Terbaru