Geger !!! Kesembuhan Ajaib di Malam Jumat Kliwon Gunung Padang

- Jurnalis

Minggu, 16 November 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusakabari.com — Jakarta — Kejadian Malam Jumat Kliwon (14/11) menjadi pengalaman penuh nuansa spiritual bagi lima pencinta Gunung Padang asal Bekasi dan Jakarta, Pundjung Manoe, Cahaya Adi Wibowo, Anrico Pasaribu, Edison Siahaan, dan Dar Edi Yoga. Mereka mendaki situs megalitik itu selepas Maghrib, ditemani Kepala Juru Pelihara, Nanang Sukmana.

Cahaya senter ponsel di tangan sebagai satu-satunya penerang, rombongan meniti tangga berbatu menuju teras pertama dalam gelap pekat yang membuat suasana terasa lebih sakral. Angin malam membawa aroma tanah basah, sementara suara serangga memecah kesunyian.

Meski lututnya sejak sore terasa sakit dan ngilu, Edison Siahaan tidak sedikit pun ragu untuk ikut mendaki. Ia melangkah mantap bersama rombongan. Namun sesampainya di teras pertama, sebelum doa dipimpin oleh Nanang Sukmana, selain itu Edison terpeleset di permukaan batu licin dan lututnya menghantam keras batu punden berundak.
Rombongan sempat terkejut, namun Edison segera berdiri. Yang mengejutkan bukanlah jatuhnya, melainkan apa yang terjadi setelahnya.

Baca Juga :  Wawali Bobihoe : Bangga Kenakan Pakaian Adat Di Hut Kota Bekasi

“Lutut saya… malah sembuh,” ujar Edison dengan suara bergetar. Rasa ngilu yang selama ini menyiksanya menghilang seketika setelah benturan itu. Ia bahkan dapat berdiri tegak dan melangkah ringan tanpa rasa sakit.
“Tuhan punya caranya sendiri untuk menyembuhkan,” ucapnya sambil memuji nama Tuhan berulang kali.

Momen itu membuat seluruh anggota rombongan tertegun, terlebih karena terjadi di tempat yang sejak lama diyakini banyak menyimpan energi spiritual.
Tak lama setelah insiden itu, doa dipanjatkan. Tepat ketika doa baru dimulai, hembusan angin besar datang mengalir dari arah lereng, seperti sambutan tak kasatmata. Angin berputar mengitari mereka beberapa kali sebelum tiba-tiba mereda.

Baca Juga :  Miris, Wali Kota Kecam Pelaku Pelecehan Seksual di Wilayah Pondok Melati.

Usai angin itu hilang, suasana berubah total. Kedamaian menyelimuti area teras pertama hingga teras kelima. Tidak ada lagi angin kencang, tidak ada suara asing, hanya ketenangan yang terasa dalam, seolah Gunung Padang telah memberikan “izin” bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan.

Rombongan malam itu bukan sekadar eksplorasi situs bersejarah. Itu perjalanan spiritual, penuh kejadian yang sulit dijelaskan, yang menegaskan bahwa Gunung Padang bukan hanya peninggalan purba, tetapi ruang hidup yang menyimpan misteri hingga hari ini.

Red.

Berita Terkait

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan
H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi
PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi
Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru
Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat
Saat Deteksi Dini Menjadi Barometer Kesehatan Warga Bekasi
Akta Cerai Tak Tercatat di Pengadilan Agama, Data Keluarga HO Terlanjur Terpecah
Daya Beli Dijaga, UMKM Digerakkan, Warga Disatukan di Bekasi Selatan

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 22:17 WIB

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi

Senin, 27 Juli 2026 - 06:51 WIB

PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:07 WIB

Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:19 WIB

Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat

Berita Terbaru