Nusakabari.com — Jakarta — Ratusan warga Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor BPN Jakarta Utara pada Rabu (26/11). Mereka memprotes pemblokiran sertifikat lahan milik warga di wilayah Kelurahan Sunter Jaya yang diduga dipicu oleh klaim lahan sepihak dari Kodam Jaya serta beredarnya informasi bahwa wilayah tersebut masuk dalam rencana pembangunan jalan tol Podomoro–Pulogebang.
Dalam aksi itu, Anggota DPRD DKI Jakarta, Hj Ida Mahmudah, yang juga warga Sunter Jaya, turut hadir memberikan orasi. Ia menegaskan bahwa hak warga harus dilindungi dan meminta BPN membuka blokir sertifikat lahan di 7 RW (RW. 02 sampai RW. 09) sunter jaya. Ida menekankan bahwa warga telah menempati lahan tersebut puluhan tahun dan berhak mendapatkan kejelasan hukum.
“Aksi damai hari ini belum semuanya warga hadir, jika dalam seminggu belum ada pembukaan blokir, maka Kami akan datang lagi dengan jumlah yang lebih besar”, ucap Ida Mahmudah.
Warga menyampaikan bahwa pemblokiran sertifikat membuat mereka tidak bisa melakukan proses administrasi penting, termasuk jual beli dan pengajuan kredit. Mereka menuntut BPN membuka blokir dan memastikan bahwa keputusan apa pun tidak didasarkan pada klaim sepihak atau kepentingan proyek pembangunan tanpa musyawarah.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala BPN Jakarta Utara, Sontang Coin Manurung, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti seluruh tuntutan warga. BPN berjanji bahwa kepastian dan jawaban resmi terkait status pemblokiran sertifikat akan disampaikan pada pekan depan setelah proses verifikasi dokumen dan koordinasi dengan BPN Provinsi DKI Jakarta.
” Kami akan segera koordinasi dengan Kejaksaan Agung, dan Kementerian Keuangan juga BPN akan mengadakan Rapat terbatas dengan Presiden membahas putusan lahan yang bermasalah tersebut, Minggu depan baru akan Kami putuskan hasilnya “, tandas Sontang.
Warga berharap jawaban BPN pekan depan dapat memberikan kepastian hukum dan mengakhiri polemik yang telah membuat keresahan di Sunter Jaya selama bertahun-tahun. Aksi berlangsung tertib, sampai massa membubarkan diri Siang hari.
Hery






