Nusakabari.com – KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan pencegahan kanker leher rahim secara masif selama dua tahun terakhir di Kota Bekasi. Pencegahan yang dilakukan, yakni melalui sosialisasi hingga menjadikan skrining sebagai deteksi kanker.
Melalui kegiatan advokasi perluasan implementasi deteksi dini kanker leher rahim dengan metode self sampling diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker leher rahim. Dengan self sampling, proses deteksi menjadi lebih mudah dan nyaman, sehingga dapat menjangkau lebih banyak perempuan dan meningkatkan kemungkinan penanganan dini.
Kegiatan itu juga dihadiri oleh pihak Kemenkes RI, Kadinkes Kota Bekasi, Wakil Ketua TP PKK Wuri Handayani serta berbagai organisasi wanita.
“Seperti kita ketahui kanker serviks merupakan silent killer yang dapat terjadi di kalangan perempuan. Karena seringkali tidak menunjukan gejala awal namun dapat berkembang sangat pesat, maka dengan itu kami pemerintah dengan optimal melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pertumbuhannya,” kata Wawali Abdul Harris Bobihoe
Upaya pemkot untuk mencegah kanker leher rahim juga dioptimalkan melalui pemberian program nasional berupa layanan imunisasi HPV pada anak perempuan sekolah. dengan menyediakan layanan skrining kanker leher rahim.
Selain itu, pemkot terus menunjang fasilitas dan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan 55 puskesmas, 49 rumah sakit pemerintah dan swasta, klinik dan ratusan bidan serta dokter praktek, bersinergi dengan organisasi profesi, berupaya memberi layanan kesehatan bermutu, profesional bagi masyarakat.
Diakhir sambutan, Wawali Harris Bobihoe mengimbau masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin.
Red
Penulis : (EZ/Dokpim)
Editor : Red
Sumber Berita : SIARAN PERS PEMERINTAH KOTA BEKASI






