QRS: P-Cell Jadi Titik Balik Transformasi Bantar Gebang dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Ekonomi Baru

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusakabari.com — KotaBekasi., Ketua Kadin Kota Bekasi menilai investasi PT Wangneng Bekasi Environment menjadi langkah strategis mempercepat modernisasi pengelolaan sampah sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

BANTAR GEBANG, 28 Juli 2026 — Ketua Kadin Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar (QRS) meyakini proyek pengolahan sampah berbasis teknologi P-Cell di TPST Bantar Gebang akan menjadi titik balik transformasi pengelolaan sampah di Kota Bekasi.

Menurutnya, proyek yang masuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) itu bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi juga membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja, serta membentuk kawasan ekonomi baru yang lebih produktif.

QRS mengatakan, proses perizinan dan finalisasi kemitraan dengan investor masih berlangsung. Groundbreaking dijadwalkan pada 4 Agustus 2026, sebagai awal pelaksanaan proyek yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga memasuki tahap operasional pada 2029.

“Kehadiran investor seperti PT Wangneng Bekasi Environment menunjukkan bahwa Kota Bekasi memiliki daya tarik investasi yang kuat.

Investor membawa permodalan, teknologi, serta tenaga ahli yang akan mempercepat transformasi pengelolaan sampah menjadi sistem yang modern dan berkelanjutan,” ujar QRS.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Distribusikan 11.551 Kartu Keluarga Sejahtera, Wali Kota Pastikan Perlindungan Pekerja Ojek Online

Menurut dia, Kadin Kota Bekasi akan mengawal proses tersebut melalui koordinasi dengan Kadin Indonesia, pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bekasi, serta para investor agar seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

QRS menjelaskan, proyek P-Cell merupakan bagian dari pengembangan nasional yang diterapkan di sejumlah daerah.

Di Kota Bekasi, kawasan seluas sekitar 34 hektare disiapkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan industri, zona komersial, dan pusat kegiatan ekonomi baru.

“Bantar Gebang tidak boleh selamanya dikenal sebagai tempat pembuangan sampah. Kawasan ini harus berubah menjadi pusat ekonomi hijau yang mampu menghasilkan energi, menarik investasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, fasilitas P-Cell diproyeksikan mampu mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari dengan teknologi konversi sampah menjadi energi.

Sistem tersebut dinilai mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi dari sampah yang selama ini hanya menjadi persoalan perkotaan.

Baca Juga :  Liburan Lebaran “Dug-Dug Byur" di Transera Waterpark

QRS juga menegaskan transformasi kawasan tidak boleh mengabaikan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas di sekitar TPST Bantar Gebang.

Menurutnya, pendekatan baru harus diarahkan pada pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan, penempatan tenaga kerja, serta keterlibatan warga dalam ekosistem industri pengolahan sampah modern.

“Transformasi ini bukan untuk menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan meningkatkan kualitasnya.

Warga harus menjadi bagian dari perubahan, memperoleh pekerjaan yang lebih layak, dan merasakan manfaat langsung dari investasi yang masuk,” ujarnya.

QRS menilai keberhasilan proyek tersebut akan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan investor mampu menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Ia berharap Bantar Gebang ke depan tidak lagi hanya dikenal sebagai lokasi pembuangan akhir, melainkan sebagai simbol transformasi menuju kawasan ekonomi hijau berbasis teknologi yang memberi manfaat bagi Kota Bekasi, DKI Jakarta, dan masyarakat secara luas.

Berita Terkait

Wayang Ajen Bawa Warisan Budaya Bekasi ke Panggung PNBK Jilid III
Aspirasi Tetap Dihormati, Polri Tegaskan Anarkisme Tak Bisa Dibenarkan
Dari Maulid hingga Aqiqah, Keluarga H. Zaini Sidi Himpun 5.000 Jamaah di Bintara Jaya
Polwan Sapa Pejuang Aspirasi di DPR, Pengamanan Dikemas Humanis
Polri Jaga Ruang Demokrasi, Aspirasi Publik Diminta Tetap Damai dan Bermartabat
Sardi Dorong Bekasi Perluas Ruang UMKM, dari Titik Usaha Legal hingga Pasar Global
Aji Ali Sabana:Kadin Kota Bekasi mendorong Dari Silaturahmi ke Akses Pasar, HPMB Perkuat Ekosistem UMKM Bekasi
Bambang Suswanto S. E:Gebyar Kemerdekaan di Perwira, dari Gotong Royong Warga hingga Panggung UMKM

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Wayang Ajen Bawa Warisan Budaya Bekasi ke Panggung PNBK Jilid III

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Aspirasi Tetap Dihormati, Polri Tegaskan Anarkisme Tak Bisa Dibenarkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Dari Maulid hingga Aqiqah, Keluarga H. Zaini Sidi Himpun 5.000 Jamaah di Bintara Jaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Polwan Sapa Pejuang Aspirasi di DPR, Pengamanan Dikemas Humanis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Polri Jaga Ruang Demokrasi, Aspirasi Publik Diminta Tetap Damai dan Bermartabat

Berita Terbaru