JPU Nilai Korupsi Chromebook sebagai Kejahatan Kerah Putih yang Rusak Tata Kelola Pendidikan

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi

Nusakabari.com — Jakarta — Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi menegaskan bahwa perkara dugaan korupsi program Digitalisasi Pendidikan pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merupakan bentuk kejahatan kerah putih yang berdampak serius terhadap sistem pendidikan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan JPU usai sidang pemeriksaan saksi Direktur SMA Purwadi Sutanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Dalam persidangan, JPU menyoroti pola kepemimpinan yang dinilai tertutup dan eksklusif selama program digitalisasi pendidikan dijalankan. Menurut JPU, kebijakan strategis di lingkungan Kemendikbudristek justru diambil tanpa melibatkan pejabat struktural yang memiliki kompetensi dan kewenangan, termasuk pejabat setingkat direktur hingga eselon satu.

Baca Juga :  Makin Mudah Berobat Ke RSUD CAM Kota Bekasi

Roy Riadi menyampaikan keprihatinannya atas fakta persidangan yang mengungkap adanya ketergantungan pada lingkaran internal tertentu dalam proses pengambilan keputusan. Ia menilai kondisi tersebut menciptakan kesenjangan komunikasi yang serius di tubuh kementerian.

“Tata kelola kementerian pada masa jabatan terdakwa Nadiem Anwar Makarim dan pihak terkait lebih mengandalkan orang-orang di lingkaran terdekat dibandingkan pejabat resmi yang memahami substansi pendidikan. Akibatnya, terjadi jarak komunikasi yang ekstrem, bahkan pejabat setingkat direktur tidak pernah bertemu langsung atau menerima evaluasi dari pimpinan,” ujar Roy.

JPU menilai pengabaian terhadap peran birokrasi dan para pakar pendidikan telah berdampak sistemik terhadap kualitas pendidikan nasional. Ia menyinggung rendahnya capaian literasi serta rata-rata IQ anak Indonesia yang disebut berada di angka 78, tertinggal dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Baca Juga :  PWI Bekasi Raya - PN Cikarang Bersinergi

Atas dasar tersebut, JPU menegaskan bahwa perbuatan para terdakwa tidak dapat dipandang sebagai tindak pidana biasa. Menurutnya, kasus ini memenuhi unsur white collar crime karena dilakukan melalui kebijakan publik dan berdampak luas terhadap kepentingan masyarakat, khususnya dunia pendidikan.

Menutup keterangannya, Roy Riadi mengaku heran bagaimana sebuah kementerian dengan anggaran terbesar di Indonesia dapat berjalan tanpa kepercayaan terhadap struktur birokrasi internalnya sendiri, yang seharusnya menjadi tulang punggung dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan nasional.

red

Berita Terkait

QRS: P-Cell Jadi Titik Balik Transformasi Bantar Gebang dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Ekonomi Baru
Dari Mimbar ke Media Sosial, MUI Kota Bekasi Perluas Jangkauan Dakwah
Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan
H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi
PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi
Samuel Sitompul : Dari Gotong Royong ke Konsolidasi, PBB Kota Bekasi Menatap Babak Baru
Muslim Tampubolon Nahkodai PBB Kota Bekasi, Sinergi Lintas Ormas Diperkuat
Saat Deteksi Dini Menjadi Barometer Kesehatan Warga Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 00:07 WIB

QRS: P-Cell Jadi Titik Balik Transformasi Bantar Gebang dari Gunungan Sampah Menuju Kawasan Ekonomi Baru

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:13 WIB

Dari Mimbar ke Media Sosial, MUI Kota Bekasi Perluas Jangkauan Dakwah

Senin, 27 Juli 2026 - 22:17 WIB

Kudatuli dan Jejak Demokrasi: Harga Kebebasan yang Tak Boleh Dilupakan

Senin, 27 Juli 2026 - 19:33 WIB

H. Sudjatmiko S. T,. Menyiapkan Tangan-Tangan Terampil di Balik Rumah Layak Kota Bekasi

Senin, 27 Juli 2026 - 06:51 WIB

PWI Jabar Matangkan Konferprov 2026, Sosialisasi Tahap I Tekankan Transparansi dan Demokrasi

Berita Terbaru