Nusakabari.com — Kota Bekasi — Ahmad Murodi Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Murodi Serap Aspirasi Warga Jatibening Baru, Prioritaskan BPJS, Infrastruktur, dan Pendidikan. kegiatan silaturahmi dan dialog bersama warga di RW 03, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondokgede, Rabu (8/7/2026) pukul 16.00 WIB.
Pertemuan yang dihadiri Lurah Jatibening Baru, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga setempat itu menjadi forum untuk menyerap sekaligus menindaklanjuti berbagai aspirasi masyarakat di bidang kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Murodi menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan dikawal melalui mekanisme DPRD dan dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat direalisasikan sesuai skala prioritas dan ketentuan yang berlaku.
“Semua aspirasi warga kami tampung. Mana yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan kami kawal agar dapat ditindaklanjuti”, ujar Ahmad Murodi.
Ia menilai, RT dan RW berperan penting sebagai garda terdepan dalam mendata dan menyampaikan aspirasi warga. Sementara kelurahan bertugas memfasilitasi, dan DPRD berfungsi mengawal kebijakan serta anggaran di tingkat kota/kabupaten.“Kalau rantainya nyambung, maka persoalan sekecil apapun di lingkungan bisa cepat ditangani. Termasuk soal kesehatan yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.
Sejumlah warga menyampaikan ada terdapat kartu BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang belum aktif maupun telah nonaktif.
Menanggapi hal itu, Ahmad Murodi meminta warga yang mengalami kendala segera menyerahkan fotokopi atau foto KTP dan Kartu Keluarga melalui pengurus RT/RW agar dapat diteruskan kepada instansi terkait untuk proses aktivasi.
Selain itu Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menunda penanganan medis hanya karena persoalan administrasi BPJS.
Menurutnya, dalam kondisi darurat warga harus segera mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit, sementara proses administrasi dapat diselesaikan kemudian melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Selain layanan kesehatan, warga juga menyoroti rencana pembangunan infrastruktur lingkungan yang tersebar di 13 titik. Ahmad Murodi menjelaskan seluruh lokasi telah melalui tahapan survei dan pengukuran oleh dinas terkait.
Saat ini realisasi fisik masih menunggu penyelesaian proses pelelangan sehingga pekerjaan diharapkan dapat dimulai secara bertahap setelah seluruh administrasi rampung.
Program tersebut merupakan bagian dari usulan pembangunan lingkungan yang diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.
Dengan estimasi anggaran sekitar Rp100 juta per titik, total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp1,3 miliar, meski pelaksanaannya tetap menyesuaikan hasil lelang dan kemampuan anggaran daerah.
Di sektor pendidikan, Ahmad Murodi mengapresiasi tingginya angka penerimaan peserta didik baru jenjang SMP negeri di wilayah Jatibening Baru.
Meski demikian, masih terdapat beberapa kasus yang terkendala administrasi kependudukan sehingga memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan dinas terkait agar setiap anak memperoleh hak pendidikan secara adil.
Menutup pertemuan, Ahmad Murodi mengajak seluruh pengurus RT dan RW terus memperkuat komunikasi dengan warga serta aktif menyampaikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan DPRD menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di tingkat lingkungan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban.
Berbagai aspirasi yang disampaikan warga akan menjadi bahan pengawalan DPRD Kota Bekasi dalam proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.








