Nusakabari.com — LABUAN BAJO — Gelombang kepedulian untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur terus bergerak.
Sebanyak 12 truk bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah bersama Bhayangkari Daerah Jawa Tengah tiba di Labuan Bajo, Sabtu (22/8/2026), untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
Bantuan tersebut diberangkatkan dari Jawa Tengah pada 17 Agustus 2026. Dari Surabaya, seluruh logistik kemudian dikirim melalui jalur laut dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Kamis (20/8/2026) malam.
Setelah menempuh perjalanan, rombongan bantuan tiba di Labuan Bajo sekitar pukul 11.00 WITA.
Dirreskrimum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Muhammad Anwar mengatakan, bantuan yang dihimpun merupakan kebutuhan dasar yang dinilai penting bagi masyarakat dalam masa pemulihan pascagempa.
Logistik yang dibawa cukup beragam, mulai dari air mineral, beras, minyak goreng, mi instan, susu bubuk, biskuit, gula, roti, abon, hingga pakaian anak dan pakaian dalam.
Selain itu, terdapat popok, selimut, terpal, sarung, tikar, genset, serta obat-obatan.
“Rencana ini akan kita serahkan ke Polda NTT untuk selanjutnya diteruskan ke tujuh kabupaten atau tujuh titik,” ujar Muhammad Anwar.
Penyaluran melalui Polda NTT diharapkan membuat bantuan dapat bergerak lebih terarah menuju titik-titik yang membutuhkan.
Dengan demikian, logistik yang tiba tidak berhenti di tempat transit, tetapi segera diteruskan kepada masyarakat terdampak.
Namun, penanganan pascabencana tidak semata menyangkut kebutuhan pangan dan perlengkapan sehari-hari.
Dampak gempa juga meninggalkan tekanan psikologis, terutama bagi anak-anak dan warga yang masih diliputi trauma.
Karena itu, Polda Jawa Tengah turut mengerahkan tiga tim trauma healing yang telah bekerja sejak beberapa hari sebelumnya.
Personel tenaga kesehatan juga disiapkan untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di sejumlah lokasi terdampak.
Pendampingan tersebut direncanakan berlanjut hingga awal pekan depan dengan menyasar titik-titik yang masih membutuhkan dukungan psikologis dan layanan kesehatan.
Bagi Polri dan Bhayangkari, bantuan kemanusiaan itu bukan sekadar perpindahan logistik dari satu daerah ke daerah lain.
Di dalamnya terdapat upaya memastikan warga terdampak tetap mendapatkan kebutuhan dasar sekaligus pendampingan selama melewati fase sulit setelah bencana.
Dari 12 truk yang tiba di Labuan Bajo, bantuan kemudian akan bergerak menuju masyarakat.
Bersamaan dengan itu, tim trauma healing dan tenaga kesehatan terus disiapkan untuk mendampingi proses pemulihan.
Di tengah situasi pascagempa, pesan yang dibawa bantuan tersebut sederhana: warga terdampak tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.








