Merdeka Tanpa Stigma, Wildan Fatturrohman Dorong Bekasi Pulihkan Martabat ODHIV

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nusakabari.com— KotaBEKASI — Kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada terbebasnya bangsa dari penjajahan.

Di tengah masyarakat, kemerdekaan juga diuji dari sejauh mana setiap orang dapat hidup tanpa stigma, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat kemanusiaan.

Pesan itulah yang mengemuka dalam Tasyakuran Kemerdekaan yang digelar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi, Rabu (19/8/2026).

Mengusung tema “Merdeka Tanpa Stigma, Rahmat untuk Sesama”, kegiatan tersebut menempatkan persoalan orang dengan HIV (ODHIV) bukan semata sebagai isu kesehatan, melainkan juga persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial.

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Wildan Fatturrohman, S.Kep., Ns., M.H., yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, menjadi bagian penting dalam agenda tersebut.

Kehadirannya membawa perspektif bahwa penanggulangan HIV tidak cukup dilakukan melalui pendekatan medis, tetapi harus berjalan beriringan dengan edukasi, perlindungan hak, dan perubahan cara pandang masyarakat.

Baca Juga :  Polri Pulihkan Rasa Aman Anak Korban Gempa Ende lewat Trauma Healing

Stigma terhadap ODHIV masih menjadi persoalan yang dapat menghambat seseorang untuk memperoleh layanan kesehatan, menjalani kehidupan sosial, bekerja, berkeluarga, maupun beraktivitas secara produktif.

Karena itu, upaya menghapus stigma perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi penanggulangan HIV.
Wildan berpandangan, ODHIV harus dipandang terlebih dahulu sebagai manusia yang memiliki hak dan martabat yang sama.

Pemerintah daerah bersama DPRD dinilai memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan, pelayanan publik, serta akses kesehatan berjalan secara aman, setara, dan tidak diskriminatif.

Dalam konteks tersebut, edukasi publik menjadi kunci. Pengetahuan masyarakat mengenai HIV perlu dibangun berdasarkan fakta medis, bukan ketakutan atau prasangka.

Pemahaman bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari penting diperkuat agar masyarakat tidak menjauhi ODHIV hanya karena informasi yang keliru.

Program pencegahan HIV pun diharapkan tidak menciptakan stigma baru terhadap kelompok tertentu.

Sebaliknya, pencegahan harus dikemas sebagai pendidikan kesehatan yang terbuka, berbasis fakta, dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

Baca Juga :  Apel Pagi, Tri Adhianto Wujudkan Efisiensi, serta Perkuat Semangat ASN

DPRD, kata Wildan, juga memiliki ruang strategis untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, komunitas pendamping ODHIV, keluarga, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen sosial.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar penanganan HIV tidak berjalan parsial dan ODHIV memperoleh pendampingan secara berkelanjutan.

Semangat “Merdeka Tanpa Stigma” pada akhirnya bukan sekadar slogan peringatan kemerdekaan.

Ia menjadi pengingat bahwa kualitas sebuah masyarakat juga tercermin dari cara mereka memperlakukan kelompok yang rentan terhadap diskriminasi.

KPA Kota Bekasi melalui kegiatan tersebut mengajak masyarakat menggeser cara pandang: dari prasangka menuju pemahaman, dari ketakutan menuju pengetahuan, serta dari penghakiman menuju kepedulian.

Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya tentang hidup tanpa penjajahan,

tetapi juga tentang memastikan tidak ada manusia yang kehilangan hak untuk dihormati hanya karena kondisi kesehatan yang dialaminya.

Berita Terkait

Wayang Ajen Bawa Warisan Budaya Bekasi ke Panggung PNBK Jilid III
Aspirasi Tetap Dihormati, Polri Tegaskan Anarkisme Tak Bisa Dibenarkan
Dari Maulid hingga Aqiqah, Keluarga H. Zaini Sidi Himpun 5.000 Jamaah di Bintara Jaya
Polwan Sapa Pejuang Aspirasi di DPR, Pengamanan Dikemas Humanis
Polri Jaga Ruang Demokrasi, Aspirasi Publik Diminta Tetap Damai dan Bermartabat
Sardi Dorong Bekasi Perluas Ruang UMKM, dari Titik Usaha Legal hingga Pasar Global
Aji Ali Sabana:Kadin Kota Bekasi mendorong Dari Silaturahmi ke Akses Pasar, HPMB Perkuat Ekosistem UMKM Bekasi
Bambang Suswanto S. E:Gebyar Kemerdekaan di Perwira, dari Gotong Royong Warga hingga Panggung UMKM

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Wayang Ajen Bawa Warisan Budaya Bekasi ke Panggung PNBK Jilid III

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Aspirasi Tetap Dihormati, Polri Tegaskan Anarkisme Tak Bisa Dibenarkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Dari Maulid hingga Aqiqah, Keluarga H. Zaini Sidi Himpun 5.000 Jamaah di Bintara Jaya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Polwan Sapa Pejuang Aspirasi di DPR, Pengamanan Dikemas Humanis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Polri Jaga Ruang Demokrasi, Aspirasi Publik Diminta Tetap Damai dan Bermartabat

Berita Terbaru