Nusakabari.com — KOTA BEKASI, Selasa, 28 Juli 2026 — Perubahan pola komunikasi masyarakat yang kian bergeser ke ruang digital mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi melakukan penyesuaian strategi dakwah.
Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 MUI dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas para da’i dan asatidz agar mampu menyampaikan syiar Islam secara efektif melalui berbagai platform media sosial yang kini menjadi ruang interaksi utama masyarakat.
Peringatan HUT MUI ke-51 yang digelar pada Selasa (28/7/2026) berlangsung sederhana dan penuh khidmat. Namun, substansi kegiatan lebih diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya dakwah melalui pelatihan bertema dakwah digital yang diselenggarakan Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Kota Bekasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab tantangan perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi, termasuk informasi keagamaan.
Sekitar 50 da’i dan asatidz yang selama ini berada dalam pembinaan MUI mengikuti pelatihan tersebut.
Materi yang diberikan tidak hanya memperdalam pemahaman keislaman, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mengemas pesan dakwah menjadi konten yang komunikatif, edukatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat digital.
Ketua Komisi Dakwah MUI Kota Bekasi menilai transformasi teknologi telah mengubah cara masyarakat belajar dan berinteraksi.
Karena itu, dakwah tidak lagi cukup mengandalkan mimbar masjid atau forum tatap muka, melainkan perlu hadir secara aktif di platform digital yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurutnya, media sosial bukan sekadar sarana penyebaran informasi, melainkan ruang strategis untuk membangun literasi keagamaan yang moderat, memperkuat akhlak, serta menghadirkan narasi Islam yang menyejukkan di tengah derasnya arus informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Perhatian khusus diarahkan kepada kelompok usia produktif, terutama generasi muda berusia 17 hingga 35 tahun yang memiliki intensitas tinggi dalam mengakses media digital.
Kelompok ini dinilai menjadi sasaran penting karena lebih cepat menerima berbagai informasi, termasuk konten keagamaan yang belum tentu memiliki landasan keilmuan dan sanad yang jelas.
Melalui penguatan kompetensi digital, para da’i diharapkan mampu memproduksi konten dakwah yang menarik tanpa mengurangi kedalaman substansi, sekaligus membangun komunikasi yang santun, inklusif, dan relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat perkotaan.
MUI Kota Bekasi juga memandang penguatan dakwah digital tidak dapat berjalan sendiri.
Sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), organisasi kemasyarakatan Islam, lembaga pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan dakwah yang berkualitas.
Melalui transformasi tersebut, MUI berharap dakwah tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan karakter masyarakat.
Kehadiran para da’i di ruang digital diharapkan mampu menghadirkan informasi keagamaan yang kredibel, menangkal penyebaran paham yang menyesatkan, serta memperkokoh kehidupan masyarakat Kota Bekasi yang religius, harmonis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.








