Nusakabari.com — KOTA BEKASI — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Bekasi resmi dilantik dalam kegiatan yang digelar di Gedung Graha Girsan, Kota Bekasi, Minggu (26/7/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri sekitar 1.000 peserta dan sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Rangkaian kegiatan diawali konvoi kehormatan dari Stadion Patriot Candrabhaga sekitar pukul 09.30 WIB menuju lokasi pelantikan.
Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi turut hadir, di antaranya Ketua KADIN Kota Bekasi Qadar Ruslan Siregar, Ketua DPC Pemuda Pancasila Kota Bekasi Ariyes Budiman, Ketua DPC GIBAS Kota Bekasi Deni Muhammad Alik, serta Kepala Bidang Kesbangpol Kota Bekasi Drs. Hudi Wijayanto, M.Si.
Dalam kepengurusan yang dilantik, Muslim Tampubolon dipercaya sebagai Ketua DPC PBB Kota Bekasi. Sementara Samuel Sitompul dipercaya sebagai Ketua Organizing Committee (OC) dalam pelaksanaan kegiatan pelantikan.
Samuel mengatakan, pelantikan tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut harus menjadi awal bagi pengurus baru untuk membangun organisasi yang lebih solid dan mandiri.
“Bagi kami, pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah awal untuk membangun organisasi yang lebih tertata, solid, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Samuel.
Ia menjelaskan, proses persiapan kegiatan menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam mengelola dinamika internal organisasi dan pembiayaan.
Menurut Samuel, konsolidasi membutuhkan kemampuan untuk merangkul anggota sekaligus menjaga ketegasan dalam mengambil keputusan.
“Dalam organisasi, tantangannya bukan hanya soal teknis kegiatan. Ada dinamika karakter dan ada persoalan pembiayaan. Karena itu, dibutuhkan kesabaran untuk merangkul, tetapi juga ketegasan ketika keputusan harus diambil,” ujarnya.
Dari sisi pendanaan, Samuel menyebut kebutuhan awal kegiatan diperkirakan sekitar Rp100 juta. Dalam pelaksanaannya, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp137,5 juta melalui iuran internal dan semangat gotong royong.
Selain itu, masih terdapat penerimaan sekitar Rp12 juta pada hari pelaksanaan melalui berbagai kegiatan gotong royong internal. Setelah seluruh kebutuhan kegiatan diselesaikan, terdapat surplus sekitar Rp30 juta yang direncanakan diserahkan kepada Ketua DPC terpilih sebagai modal operasional awal kepengurusan.
Samuel menegaskan, pembiayaan kegiatan tersebut dilakukan secara internal tanpa mengajukan proposal kepada Pemerintah Kota Bekasi maupun perusahaan.
“Ini menjadi pembelajaran bahwa organisasi dapat membangun kemandirian melalui gotong royong internal. Yang paling penting adalah transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaannya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, PBB juga menyampaikan data keanggotaan yang mencapai sekitar 7.000 Kartu Tanda Anggota (KTA) yang tersebar di tingkat DPC, PAC, dan ranting se-Kota Bekasi.
Menurut Samuel, jumlah tersebut harus diikuti dengan konsolidasi data dan peningkatan kualitas organisasi agar keanggotaan tidak hanya menjadi angka, tetapi juga menjadi kekuatan untuk menjalankan program sosial.
“Jumlah anggota harus diikuti dengan kualitas organisasi. Kita tidak ingin hanya besar secara jumlah, tetapi juga harus mampu hadir dan bekerja untuk masyarakat,” ujar Samuel.
Ia mengatakan, PBB Kota Bekasi berupaya menempatkan diri sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi serta organisasi kemasyarakatan lainnya dalam menjalankan program sosial.
Salah satu fokus yang didorong adalah pengembangan pendidikan dan pelatihan keterampilan untuk membuka akses kerja dan membantu mengurangi pengangguran.
“Prinsip kami adalah bukan untuk dilayani, tetapi melayani.
Ormas harus hadir memberikan manfaat, bukan menciptakan persoalan baru di tengah masyarakat,” kata Samuel.
Selain agenda sosial, PBB Kota Bekasi juga memiliki target jangka menengah untuk mendorong lahirnya kader-kader yang dapat berkontribusi di ruang politik dan pemerintahan.
Salah satu target yang disampaikan adalah mendorong lima hingga enam kader PBB menjadi anggota DPRD Kota Bekasi pada perhelatan politik mendatang.
Namun, Samuel menilai target tersebut harus diawali dengan pembenahan internal, pendataan anggota, penguatan kaderisasi, serta peningkatan kontribusi sosial.
“Target politik itu ada, tetapi semuanya harus dimulai dari konsolidasi organisasi. Kita harus membangun kader, memperkuat struktur, dan menunjukkan bahwa keberadaan organisasi benar-benar memberikan manfaat,” tuturnya.
Samuel berharap kepengurusan baru DPC PBB Kota Bekasi di bawah kepemimpinan Muslim Tampubolon dapat memperkuat solidaritas internal sekaligus membuka ruang sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Ke depan, PBB harus semakin solid secara internal dan semakin terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya seberapa besar jumlah anggotanya, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa diberikan,” kata Samuel.








