Nusakabari.com — Kabupaten Bekasi — Gegara tanggul Kali Bekasi kritis hingga terjadi longsor yang memakan pinggir bahu jalan yang dipacu intensitas hujan tinggi dan diduga adanya air kiriman dari Bogor, mengakibatkan sepanjang tanah tanggul kali Bekasi sepanjang 40 meter digerus derasnya air.
Longsor tanggul tersebut hingga memakan pinggir bahu Jalan Kampung Pangkalan Pondok AFI 1 RT 22/04 Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Tanggul Kali Bekasi kritis sampai ke pinggir bahu jalan di wilayah tersebut dan rawan longsor hingga membuat warga diliputi ketegangan dan kekhawatiran takut air kali meluap.
“Ya, kita takut juga cemas Pak dengan tanggul Kali Bekasi ini rawan longsor,” keluh Jaih (64) salah satu warga Kampung Pangkalan RT 12/04 Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.
Hal yang sama dikatakan Harsono, warga Pondok AFI 1 RT 22/04. Dirinya mengaku sampai tidak bisa tidur lantaran khawatir air Kali Bekasi meluap di malam hari.
Sementara itu Kepala Desa Kedung Pengawas, Nasarudin mengatakan, pihaknya tak ingin kecolongan demi keselamatan warganya, langsung ke lokasi bersama jajaran aparatur desa serta mengajak elemen masyarakat untuk bergotong royong melakukan penanganan darurat pada tanggul yang terancam longsor.
Penanganan darurat itu dilakukan dengan cara manual yakni membuat tanggul sementara dengan menggunakan ratusan karung isi tanah dan cormen bekas.
Menurutnya, dengan peralatan seadanya, warga bersama aparat desa bahu-membahu membuat tanggul sementara.
Selain itu, katanya, menebang pohon guna memperkuat struktur tanggul kali Bekasi yang sudah rata tergerus air hingga ke pinggir bahu jalan.
“Kami bersama masyarakat dan jajaran pemerintah Desa Kedung Pengawas bergotong royong membuat tanggul sementara yang kritis dengan karung berisi tanah dan cormen Bekasi, juga menebang pohon yang berada di pinggir tanggul yang kritis agar tidak roboh tergerus air,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan kepedulian warganya dalam menghadapi potensi bencana.
“Alhamdulillah, atas kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah desa, kondisi tanggul yang kritis sementara ini dapat ditangani,” tambahnya.
Akibat longsor tersebut, sejumlah pohon ikut terbawa material tanah yang menurutnya, diduga kuat dipicu oleh gerusan arus air.
Mulyadi, Ketua RT 022/04 Desa Kedung Pengawas menambahkan, kondisi tanah sepanjang 40 meter hingga ke pinggir bahu jalan itu labil dan rawan longsor.
Kepala Desa Kedung Pengawas mengimbau seluruh warga agar tetap siaga dan waspada, juga jangan panik.
Nasarudin meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dan Pemerintah Pusat untuk segera menangani tanggul yang nyaris longsor tersebut.
Agar masyarakat Desa Kedung Pengawas, maupun masyarakat di sejumlah desa lainnya tidak terkena imbasnya, apabila terjadi longsor di Kali Bekasi tepatnya di Kampung Pangkalan, depan Perumahan AFI 1, Desa Kedung Pengawas.
“Pemkab Bekasi, Pemprov Jabar dan Pusat sebaiknya segera memperbaiki tanggul yang nyaris jebol tersebut. Supaya masyarakat tidak was-was lagi, merasa aman, nyaman dan tenang,” tandasnya.
Disinggung soal proyek tembok penahan tanah (TPT) dari pemerintah pusat, menurut Nasarudin, proyek di paket 7 tersebut dinilai terbengkalai.
“Ya, paket 7 ini sudah lama tidak dikerjakan, saya menilai terbengkalai,” pungkasnya. √
red






