Nusakabari.com — Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi membuka ruang kolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli dalam upaya memperkuat gerakan sosial di masyarakat. Langkah ini disampaikan dalam pertemuan Ketua PWI Peduli Markus L.P., SH serta Sekretaris PWI Peduli Indah Purnamasari, S.M yang diterima Wakil Wali Kota Bekasi, Dr. A. Harris Bobihoe, didampingi Kepala Dinas Sosial Robert T.P. Siagian, S.STP, M.Si, dan Diah Setiyawati, S.Sos.,M.A. Prokopim Sekretariat Daerah Kota Bekasi, diruang kerja Wakil Wali Kota Bekasi, Senin(13/10/2025).
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen untuk menyinergikan program sosial pemerintah daerah dengan kegiatan sosial yang selama ini dijalankan oleh insan pers, khususnya melalui PWI Peduli.
Salah satu bentuk konkret dari sinergi ini adalah rencana menjadikan program “Jumat Berbagi”, kegiatan rutin PWI Peduli dalam menyalurkan bantuan sosial, sebagai agenda bersama Pemerintah Kota Bekasi. Program tersebut akan diintegrasikan ke dalam rencana kerja jangka pendek, menengah, dan panjang, sejalan dengan kebijakan sosial Pemkot Bekasi.
Selain itu, kerja sama ini juga akan membuka peluang pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak untuk mendukung keberlanjutan dan transparansi pelaksanaan program sosial.
“Kolaborasi ini bukan hanya soal kegiatan seremonial, tetapi bagaimana pemerintah, dunia pers, dan masyarakat bisa bersama-sama membangun gerakan sosial yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Ketua PWI Peduli, Markus L.P, SH.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Bekasi Dr. A. Harris Bobihoe juga menyampaikan pesan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, “khususnya dalam mengurangi penggunaan plastik. Ia berharap masyarakat untuk mulai membiasakan membawa tumbler dalam setiap kegiatan sebagai langkah kecil mengurangi sampah plastik di Kota Bekasi. Gerakan sosial dan kepedulian lingkungan yang terjadi masyarakat, maka perubahan akan terjadi,” pesannya.
Langkah kolaboratif antara Pemkot Bekasi dan PWI Peduli ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di kota tersebut. Dengan pengelolaan yang transparan dan melibatkan publik dalam pengawasan, program ini dinilai dapat menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah dan insan pers dalam membangun kesejahteraan masyarakat.






